Tak Ingin Sampah Bayangi Pesona Pariwisata, Pemkab Berau Gandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kejar Dukungan Peralatan Persampahan
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama Sekda Muhammad Said saat melakukan audiensi dengan Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat di Gedung Kementerian Lingkungan Hidup, Menara Plaza Kuningan, Rabu (16/9/2026). foto : Istimewa/prokopim.
POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Pesona
Pariwisata Kabupaten Berau akan terus dijaga keindahannya dan menjadikannya salah
satu potensi unggulan daerah. Namun, di balik geliat sektor pariwisata
tersebut, persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah menjadi tantangan yang
tidak bisa diabaikan.
Untuk itu Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Berau pun mengambil langkah dengan memperkuat tata kelola
persampahan, terutama di kawasan wisata. Salah satu upaya yang dilakukan adalah
membangun sinergi langsung dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), termasuk
mendorong dukungan sarana dan peralatan persampahan.
Langkah tersebut
dilakukan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas melalui audiensi bersama Menteri
Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat di Gedung Kementerian Lingkungan
Hidup, Menara Plaza Kuningan, Rabu (16/9/2026).
Dalam pertemuan itu,
Sri Juniarsih didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Berau Muhammad Said dan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau Zulkifli Azhari.
Audiensi tersebut
membawa kabar positif bagi Pemkab Berau. Menteri Lingkungan Hidup disebut
memberikan respons baik terhadap aspirasi yang disampaikan, sekaligus
menyatakan kesiapan untuk membantu kebutuhan peralatan persampahan di Kabupaten
Berau.
“Alhamdulillah saya
baru selesai bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup. Beliau menyambut baik apa
yang kami sampaikan dan memberikan apresiasi luar biasa. Beliau juga
menyampaikan siap membantu terkait peralatan persampahan,” ujar Sri Juniarsih
usai audiensi.
Menurut Bupati,
dukungan dari pemerintah pusat tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat
Berau. Penguatan sarana persampahan diharapkan dapat membantu pemerintah daerah
meningkatkan penanganan sampah sekaligus menjaga kebersihan kawasan yang
menjadi tujuan wisata.
“Dengan bantuan dari
Kementerian Lingkungan Hidup, ke depan Berau akan lebih bersih dan lebih
indah,” katanya.
Sri Juniarsih
menegaskan, pengembangan pariwisata Berau tidak hanya berbicara mengenai
peningkatan jumlah kunjungan wisatawan maupun optimalisasi potensi destinasi.
Aspek lingkungan juga menjadi bagian penting yang harus mendapat perhatian.
Karena itu, Pemkab
Berau berkomitmen mengoptimalkan potensi kawasan pariwisata dengan memperkuat
tata kelola lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah.
Menurutnya, kemajuan
pariwisata harus tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian
lingkungan. Pengembangan kawasan wisata juga harus dilaksanakan dengan
memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Langkah tersebut
diharapkan dapat menciptakan kawasan wisata yang tidak hanya menarik dari sisi
destinasi, tetapi juga bersih, nyaman, dan mampu dipertahankan keberlanjutannya
dalam jangka panjang.
“Melalui audiensi
ini, diharapkan terjalin sinergi antara Pemerintah Kabupaten Berau dan KLH
dalam rangka mendorong kebersihan dan penataan lingkungan kepariwisataan, serta
mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat
sekitar,” harap Sri Juniarsih.
Audiensi dengan
Kementerian Lingkungan Hidup menjadi bagian dari langkah Pemkab Berau
memperkuat hubungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menangani
persoalan lingkungan.
Dukungan terhadap
sarana dan peralatan persampahan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan daerah
dalam menjaga kebersihan, terutama di kawasan yang memiliki aktivitas
pariwisata tinggi.
Bagi Berau, menjaga
kebersihan kawasan wisata bukan semata-mata persoalan estetika. Lingkungan yang
terkelola dengan baik menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan masyarakat
dan wisatawan, sekaligus mempertahankan potensi pariwisata agar dapat
memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Dengan sinergi
bersama Pemerintah Pusat, Pemkab Berau berharap pengelolaan sampah dapat
semakin optimal. Sehingga, pertumbuhan pariwisata tidak hanya menghadirkan
geliat ekonomi, tetapi juga tetap menjaga lingkungan sebagai aset penting
daerah untuk generasi mendatang. (sep/FN/Prokopim/Advertorial)